Belitung dan Tingkat Pendidikan dan Agama

Diposting pada

Paket Tour Belitung – Belitung, juga dieja Belitoeng atau Belitong, juga disebut Billiton, pulau dan kabupaten (kabupaten), Provinsi Bangka Belitung (atau provinsi; provinsi), Indonesia. Dengan 135 pulau kecil yang terkait, pulau ini terletak di antara Cina Selatan dan laut Jawa, barat daya Kalimantan dan timur pulau Bangka. Tanjungpandan di pantai barat adalah kota utama, pelabuhan, dan lokasi bandara. Daerah Belitung adalah 1.853 mil persegi (4.800 km persegi). Pesisirnya berpasir dan berawa-rawa serta bertabur batu karang dan karang, tetapi Sungai Cerutuk pasang surut dapat dilayari sejauh 7 mil (11 km). Sebagian besar daratan terletak kurang dari 130 kaki (40 meter) di atas permukaan laut. Kelompok-kelompok perbukitan menjulang dari negara yang datar atau sedikit bergelombang, dan di bagian tengah adalah dataran tanpa pepohonan yang ditutupi dengan rumput cogon (digunakan untuk jerami).

Pulau ini penting untuk tambang timah, yang ditemukan pada tahun 1851. Pertama dieksploitasi oleh perusahaan swasta Belanda dan kemudian dengan partisipasi pemerintah kolonial, timah sekarang dikerjakan oleh pemerintah Indonesia. Kebanyakan bijih berasal dari endapan aluvial, tetapi ada beberapa penambangan. Pulau itu diserahkan ke Inggris pada tahun 1812 oleh Sultan Palembang, Sumatra, tetapi Britania mengakui klaim Belanda pada tahun 1824. Pada tahun 2000 Belitung, Bangka, dan pulau-pulau tetangga dipisahkan dari provinsi Sumatera Selatan (Sumatera Selatan) untuk membentuk provinsi baru Bangka Belitung.

Tingkat Pendidikan dan Agama

Etnis warga asli Kabupaten Belitung adalah etnis Melayu yang setelah itu mengalami akulturasi dan asimilasi dengan berbagal etnis Iainnya, yaitu etnis Melayu Riau, Palembang, Bugis, Cina, Jawa, serta etnis lainnya. Kebudayaan etnis Melayu, etnis Cina, agama Islam serta kepercayaan yang diangkut oleh etnis Cina sudah banyak berefek pada pola-pola kebudayaan serta pola relasi sosial masyarakat Kabupaten Belitung.
Berdasarkan agama, warga Kabupaten Belitung didominasi oIeh pemeluk agama Islam yaitu sebesar 91,61%, serta pemeluk agama Iainnya ialah Budha sejumlah 6,37%, Protestan 1,02%; Katholik 0,55% serta Hindu 0,45%.
Partisipasi melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP sebesar 32,17% serta dari SMP ke SMU sebesar 70,36%. maknanya hitungan anak sekolah yang masuk ke sekolah lanjutan pertama butuh peningkatanSedangkan. dari lanjutan pertama ke sekolah menengah umum mencapai 70%. Partisipasi masyarakat yang menangani pendidikan di Belitung 8,26% (rata-rata 343 orang per tahun). Dengan demikian status partisipasi warga sekolah basis cukup tinggi, tapihitungan yang melanjutkan ke SMP cuma 32,17%, tapi SMP-SMU mencapai 70%. sedangkan itu hitungan sekolah tak tunjukkan pertumbuhan signifikan.

Salah satu factor pendukung keberhasilan pembangunan ialah ada asal pati daya manusia yang bermutumelewati Jalur pendidikan, pemerintah berusahabuat menghasilkan serta menaikkan asal pati daya manusia yang bermutu. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), wajib belajar 6 tahun yang dilanjutkan wajib belajar 9 tahun, UUD 1945 beserta amendemennya (pasal 31 ayat 2) dan program pendidikan lainnya ialah bentuk upaya pemerintah dalam rangka menciptakan asal pati daya manusia tangguh yang siap bersaing terhadap era globalisasi. pertumbuhan asal pati daya manusia kini ini lebih diutamakan dengan membagikan kesempatan kepada warga buat menemukan pendidikan yang seluas-luasnya, terutama warga terhadap kelompok usia7-24 tahun yang merupakan kelompok umur sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *