Mitigasi Bencana Yogyakarta

Diposting pada

Sewa Bus Jogja – Terhubung dengan dengan potensi bencana alam, penanggulangan bencana memegang kegunaan yang benar-benar penting, baik pada sedangkan sebelum, saat, serta selepas terjadinya bencana. Seiring dengan dengan kemajuan pengetahuan pengetahuan, serta teknologi, bencana sanggup diamati sebagai jalinan pada threat bahaya dengan dengan kerentanan masyarakat,serta kurangnya kapasitas buat menangkalnya. Penanggulangan bencana diarahkan pada kaya gimana mengelola resiko bencana agar efek bencana sanggup dikurangi atau dihilangkansetara sekali
Secara geologis DIY merupakan tak benar satu lokasi di Indonesia yang rawan pada bencana alam. Potensi bencana alam yang mengenai dengan dengan bahaya geologi yang meliputi:

1. Bahaya alam Gunung Merapi, mengancam lokasi Kabupaten Sleman partisipan utara, serta wilayah-wilayah lebih tak cukup sungai yang berhulu di puncak Merapi;
2. Bahaya gerakan tanah/batuan, serta erosi, berpotensi terjadi pada lereng Pegunungan Kulon Progo yang mengancam di lokasi Kulon Progo partisipan utara, serta barat, serta juga padalereng Pengunungan Selatan (Baturagung) yang mengancam lokasi Kabupaten Gunungkidul partisipan utara, serta partisipan timur lokasi Kabupaten Bantul 3. Bahaya banjir, terutama berpotensi mengancam daerah pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, serta Kabupaten Bantul;
4. Bahaya kekeringan berpotensi terjadi di lokasi Kabupaten Gunungkidul partisipan selatan, terutama pada kawasan bentang alam karst;
5. Bahaya tsunami, berpotensi terjadi di daerah pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, serta Kabupaten Gunungkidul, terutama pada pantai dengan dengan elevasi (ketinggian) tak cukup berasal dari 30m berasal dari permukaan air laut 6. Bahaya alam dampak angin berpotensi terjadi di lokasi pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul,serta daerah-daerah Kabupaten Sleman partisipan utara, serta juga lokasi perkotaan Yogyakarta;
7. Bahaya gempa bumi, berpotensi terjadi di lokasi DIY, baik gempa bumi tektonik ataupun vulkanik. Gempa bumi tektonik berpotensi terjadi disebabkan lokasi DIY tidak jauh dengan dengan kawasan tumbukan lempeng (subduction zone) di basis Samudra Indonesiayang Berposisi di sebelah selatan DIY. disamping itu secara geologi di lokasi DIY terdapat beberapapatahan yang diduga aktif. Wilayah dataran rendah yang tersusun oleh sedimen lepas, terutama result endapan sungai, merupakan lokasi yang ringkih sekali merasakan goncangan dampakgempa bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *